Oleh: deniranau | Februari 5, 2009

Wayak Pulan

Mejong Do Keti Mejong

Mejong Mawat Bujengan

Mujokh Do Keti Ratong

Sekam Muhanjak Nihan

.

Sekeji Muara Bakal

Tanno Yu Suka Bumi

Sekeji Bias Mahal

Tanno Ji Api Lagi

.

Lain Pelok-Pelokan

Lading Kalam Bengkulu

Lain Ingok-Ingokan

Kekhiloh Kham Sai Khadu

.

Nyak Jino Napi Siwok

Ku Tapi Di Halunan

Nyak Mak Aga Nyepok Khumpok

Nyak Aga Niku Nihan, Kahutku

.

Terkuku Pandu-Pandu

Nyalai Di Punti Nipah

Luhotku Jama Niku

Setunggu Dang Bupisah

.

Cerurut Tupung Langkut

Celana Guring Pisang

Gulai Uwah Ni Timput

Lalap Iwa Temanggang, Mujaer tek…..

.

.

Takte kung biduk takung
Cina budandan pagi
Kok jemoh sekam lijung
Sawai mek dija lagi (Mekhanai Banding Talang)

.

.

Bagi sek Ngedok Segokan Wayak

Harap partisipasinya……!!!!!

-Kirimkan Ke Tuan Rumah Merangkap Pemerintah Setempat

-Call Center 021-71361727 (sms 24 Jam)

Apabila anda seorang penjelajah wisata tanah air, pasti pernah mendengar cerita sebuah danau yang terkenal yang terletak di perbatasan antara propinsi Sumsel dan Lampung, Namanya Danau Ranau. Di danau ini anda bisa menangkap ikan dengan cara menombaknya.

Panorama Indahnya Danau Ranau Air Terjun Subik Tuha Angkuta Has Danau Ranau (Motor Way)

Ikan di sini memang beraneka macam, yang merupakan ikan khas danau ranau seperti ikan mujair, ikan harongan, ikan kepor, ikan piluk, ikan Semak sampai dengan ikan ternakan yaitu ikan Nila. Malah jenis ikan Semak ini pernah terpancing dengan berat mencapai 25 kg!!! Indahnya danau ini ditambah dengan alur danau yang mengelilingi sebuah gunung yang menjulang namanya Gunung Seminung.

Tingginya tidak sampai 2000 meter dpl. Tapi jangan kaget apabila anda menemukan bunga edelweis khas Sumatera di puncaknya. Datanglah sekitar bulan Juli-Agustus dan buktikan saja.

Cara mencapai puncak Seminung, sangat mudah. Dari Jakarta anda cari bus jurusan Simpang Sender lewat Liwa di terminal Kali Deres. Dan turun di Kota Batu atau 20 menit sebelum Simpang Sender. Dari Kota Batu, yang dulunya namanya Kuta (pagar) Batu, naik perahu motor dari pinggir Danau Ranau ke arah Sumber Air Panas di kaki Seminung.

Di lokasi wisata ini anda dapat istirahat, sambil merasakan mandi air panas yang memang panas. Atau boleh juga sambil menunggu pagi hari, anda dapat memancing ikan dari atas perahu kecil milik penduduk setempat.

Dari Air Panas, anda mengambil arah kearah kanan menyusuri tepian danau. Setelah itu ambil jalan setapak langsung menuju puncak. Di perjalanan akan ditemui para petani kopi yang membawa hasil panen atau petani yang sekedar menjaga kebunnya.

Di Gunung ini sebagian sudah ditanami kopi sejak zaman dulu, pohonnya yang berumur lebih dari dua puluh tahun bisa ditemui di sini. Harga sekapling kebun kopi, cuma 5 juta termasuk pondokan tempat untuk mengawasi.

Siamang, Cecah, Babi, Macan Kumbang, Rusa dan Beruang serta berbagai jenis burung dapat dijumpai disini, itupun bila anda beruntung, karena umumnya cuma suaranya yang terdengar.

Bagi para penduduk asli yang sudah terbiasa waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak cuma 2 jam. Anda boleh tanya pada kuncen gunung ini namanya H. Sofyan Lubis, beliau walaupun sudah berumur lebih dari 70 tahun masih kuat mengurus kebunnya yang berada cukup jauh mendaki dari tepian danau Ranau. Jalur ke puncak kini sedikit tertutup karena sudah jarang didaki, jadi anda harus ekstra hati-hati setiap langkah yang anda buat.

Kondisi puncaknya sangat estetis, pohon-pohon besar yang kering menghitam bekas terbakar dua tahun sebelumnya, menciptakan suasana mencekam tapi sangat indah. Puncak Seminung ditandai dengan sebuah gubuk kecil beratapkan seng, dan anda bisa beristirahat di sana sebelum kembali turun yang memakan waktu 1,5 jam sampai pondok kebun kopi terdekat.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.